Selasa, 09 Juni 2015

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup adalah pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman hidup, arahan dan petunjuk hidup di dunia. Setiap manusia harus mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup sama saja dengan cita-cita. Pandangan hidup yang dijadikan manusia sebagai pedoman hidupnya, untuk mencapai tujuan yang dijadikan pedoman seorang,manusia harus selalu berusaha serta berdoa yang tekun kepada Tuhan YME. Pandangan hidup manusia ada 3 macam, yaitu: 1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya. 2. Pandangan hidup yang berupa ideologi, yaitu yang disesuaikan dengan kebenaran dan norma yang terdapat pada negaranya. 3. Pandangan hidup yang berasal dari renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya. Hubungan manusia dan pandangan hidup sangat erat, karena setiap manusia harus mempunyai pandangan hidup agar hidupnya mempunyai tujuan dan selalu berusaha agar meningkatkan kualitas kehidupannya serta selalu berdoa kepada Tuhan YME. Dengan adanya pandangan hidup, kehidupan manusia pun lebih ternilai, aman, nyaman dan tentram. Sumber: http://thejoker-indra.blogspot.com/2013/05/pengertian-pandangan-hidup.html?m=1 http://fajarisman31.blogspot.com/2015/05/manusia-dan-pandangan-hidup.html

MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran". Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Bila membicarakan tentang Keadilan, tentu akan mengingat dasar negara kita yaitu Pancasila. Dalam Pancasila yang kelima berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Tentang Pancasila Bung Karno mengusulkan adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara Indonesia. Prinsip tersebut dijelaskan sebagai prinsip “tidak ada kemiskinan didalam negara Indonesia merdeka”. Usul dan penjelasan yang diberikan nampak adanya pengertian kesejahteraan dan keadilan. Bung Hatta dalam uraian mengenai sila “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur”. Disini jelas diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 1945 percaya bahwa cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi yaitu dapat mencapai kemakmuran yang secara merata. Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila dicantumkan kentuan sebagai berikut : Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia”. Untuk mewujudkan keadilan sosial, perbuatan dan sikap yang harus dipupuk, yakni : 1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan 2. Sikap yang adil terhadap sesama manusia, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati semua hak-hak orang lain. 3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang sedang memerlukan pertolongan. 4. Sikap yang suka bekerja keras, rajin dan giat. 5. Sikap yang selalu menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan secara bersama-sama. Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalaam kehidupan manusia karena dalam hidup manusia selalu menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap harinya. Oleh karena itu keadilan dan ketidakadilan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak contoh hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan diantaranya drama, puisi, novel, musik dan sebagainya . Sebagai contoh negara kita Indonesia dikenal sebagai negara yang ramah tamah kepada siapa saja. Tetapi untuk keadilan di negeri ini sungguh sangat ironis. Banyak kaum menengah kebawah menuntut keadilan di tegakan di negeri ini. Hukum di Indonesia lebih mementingkan orang-orang kaya yang mempunyai banyak harta sehingga keadilanpun dapat dibeli di negeri ini. Jika kita boleh bertanya mengapa hanya kaum menengah keatas yang selalu dipentingkan dan mendapatkan keadilan itu? maka jawaban tersebut akan lebih tepat jika dijawab seperti ini "hukum di indonesia hanya berdasarkan kepada "KUHP" yaitu (keluarkan uang habis perkara)". Inilah potret negeri yang mengatas namakan dirinya negara hukum yang ternyata keadilan saja masih belum bisa dirasakan oleh semua lapisan dan elemen masyarakat. Apa jadinya bila negara ini terus menerus mempunyai tradisi budaya hukum yang buruk mau dibawa kemana rasa keadilan bagi rakyat miskin. Sebagai contoh misalnya seorang maling biji coklat yang hanya mencuri mungkin cuma sekali dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena masalah ekonomi dan kesenjangan sosial yang di hadapinya harus merasakan hukuman yang berat atau kurungan, walaupun hanya 3-5 bulan tetapi rasanya tidak adil sekali ketika kita melihat seorang mafia kasus seperti gayus tambunan yang kasusnya berat dan banyak merugikan negara, dia memang sama juga seperti maling biji coklat sama-sama mendapat hukuman tetapi apakah proses yang dilakukan terhadap si maling dan gayus itu melaui proses yang sama? Tentu tidak, mungkin karena kasus gayus tersebut merugikan negara hingga triliunan jadi harus memalui proses-proses terlebih dahulu, tetapi hukuman yang didapatkannya tidak setimpal dengan apa yang dilakukannya terhadap negara sedangkan si maling biji coklat dia harus menerima resiko hukuman yang berat juga walaupun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dapat saya simpulkan bahwa untuk mencari keadilan di negara ini sangatlah susah. Hanya uang yg dapat berbicara banyak di negeri ini. Mau mengadu ke penegak keadilanpun rasanya juga percuma kalau kita tidak mempunyai uang. sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab7-manusia_dan_keadilan.pdf http://fajarisman31.blogspot.com/2015/05/manusia-dan-keadilan.html

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan adalah suatu keadaan dimana kita merasa disakiti atau di tindas secara fisik maupun mental. Contoh secara fisik yaitu : mengalami suatu musibah, terkena penyakit, dll. Contoh secara mental yaitu : mendapat cacian, di kecewakan, di kucilkan, di khianati dan di itnggalkan. Dalam pengertian lain, penderitaan berasal dari kata "derita" ,dan kata derita berasal dari bahasa sansekerta "dhra" yang artinya menahan atau menanggung. Penderitaan bisa saja di alami oleh semua orang. Penderitaan sesorang belum tentu sama dengan penderitaan yang di alami oleh orang lain. Tingkat intensitas penderitaan juga bertahap yaitu dari yang ringan hingga yang berat. Penderitaan merupakan langkah awal sesorang untuk bangkit dari keterpurukan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Penderitaan adalah salah satu ‘teman terbaik’ manusia karena mau atau tidak, setiap manusia akan merasakan penderitaan entah apapun bentuknya penderitaan itu, tidak ada satupun yang tidak akan merasakan penderitaan. Akan banyak usaha yang pasti dilakukan manusia sehingga tidak sedikit yang bahkan berlaku curang dalam hidupnya agar tidak hidup dalam penderitaan. Penderitaan dapat berupa apa saja. Kemiskinan, penyakit parah, cacat fisik ataupun mental, hanya sebagian dari sekian banyak penderiataan yang bisa menimpah manusia. Salah besar jika ada yang berpendapat bahwa penderitaan itu identik dengan kemiskinan, karena buktinya tidak hanya orang miskin yang dapat menderita, orang kaya sekalipun dapat mengalami penderitaan. Koruptor contohnya, dosa yang mereka lakukan tanpa disadari akan membawa penderitaan pada mereka di kemudian hari, penyakit-penyakit berat yang biasa dialami oleh orang-orang kaya akan menghampiri mereka, belum lagi tuduhan yang akan muncul ketika pada akhirnya kedok mereka sebagai koruptor diketahui oleh hukum, itu benar-benar akan menjadi ‘bonus’ penderitaan yang hatus mereka tanggung. Sementara itu dikubu orang miskin, penderitaan biasanya datang dari biaya hidup yang makin memberatkan, penyakit-penyakit yang hampir selalu datang menghampiri. Bahkan orang-orang dengan ketekunan beribadahnya sangat baik, hingga pemuka-pemuka agama dapat merasakan penderitaan. Ini membuktikan bahwa penderitaan tidak pandang bulu dalam mencari korbannya. Penderitaan memang akan selalu ada dalam setiap fase hidup manusia, namun seberat apapun penderitaan, jika kita dapat menyingkapinya sebagai cobaan hidup yang mengharuskan kita untuk berupaya agar menjadi individu yang lebih baik, maka kita akan lebih mengerti akan kehendak pencipta untuk hidup kita dibumi. referensi http://fajarisman31.blogspot.com/2015/05/manusia-dan-penderitaan.html

MANUSIA DAN KEINDAHAN

PENGERTIAN KEINDAHAN Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Pengertian keindahan menurut para ahli : 1. Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet). 2. Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima. 3. Baumgarten adalah Keindahan adalah keselur uhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian- bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. 4. The Liang Gie dalam bukunya “ Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”. Dapat membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak adalah keindahan yang tak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan, tetapi nilai dari keindahan itu dapat dirasakan,seperti contoh keindahan ketika merasakan angin yang berhembus. Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah kebalikan dari Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak, dimana keindahan itu dapat dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang selama kita mengingatnya. KEINDAHAN YANG SELUAS-LUASNYA Pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi: Keindahan Seni, Keindahan Alam, Keindahan Moral, Keindahan Intelektual. Keindahan seni Keindahan seni adalah keindahan yang tercipta dari hasil karya seseorang tehadap seni. Seni sering sekali menjadi penghubung keindahan agar bisa dinikmati oleh pengamat objeknya. Seseorang paling dominan menikmati keindahan itu lewat seni. 2. Keindahan alam Keindahan alam adalah keindahan yang sudah ada di alam sekitar kita. Keindahan yang ada bisa dinikmati oleh penglihatan kita. 3. Keindahan moral Keindahan moral adalah keindahan yang tercipta dari tingkah laku dan perilaku kita sehari-hari. 4. Keindahan intelektual keindahan intelektual adalah pemikiran yang indah berdasarkan ilmu pengetahuan. Tulisan ini bukanlah mencari pengertian mengenai kata keindahan intelektual. Referensi : http://meilimeili.wordpress.com/2011/03/10/bab-iv-manusia-dan-keindahan-keindahan-yang-seluas-luasnya/ http://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/definisi-keindahan/ http://sariphusein41.blogspot.com/2012/06/manusia-keindahan-1.html http://cilhes.blogspot.com/2014/10/manusia-dan-keindahan-softskill-tugas-5_20.html http://fajarisman31.blogspot.com/2015/05/manusia-dan-keindahan.html

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

A. Hakikat Manusia dan Kebudayaan Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar – dasar kebudayaan. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai – nilai yang ada di dalam masyarakat. Hakikat manusia adalah hal – hal yang berkaitan mutlak dalam kehidupan manusia dan merupakan hal – hal yang secara pasti akan terjadi secara historis. Hakekat manusia itu sendiri adalah suatu sejarah, maka hakekat manusia itu sendirinya hanya dapat dilihat dalam sejarah perjalana manusia itu sendiri. Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu : Hakikat hidup manusia : hakikat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem. Hakikat karya manusia : setiap kebudayaan hakikatnya berbeda – beda untuk hidup kedudukan , gerak hidup untuk menambah karya. Hakikat waktu manusia : hakikat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau masa kini. Hakikat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyangkut dengan alam. Hakikat hubungan dengan manusia : mementingkan hubungan antara manusia baik vertical maupun horizontal. Mengapa manusia dikaitkan dengan kebudayaan? Hubungan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis teripta melalui tiga tahap : Eksternalisasi : proses dimana manusia mengekspresikan dirinya. Obyektivitas : proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif Internalitas : proses dimana masyarakat kembali di pelajari manusia. Fungsi, hakekat dan sifat kebudayaan kebudayaan Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalai akan berhubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya. Kebudayaan berfungsi sebagai : Suatu hubungan pedoman antara manusia atau kelompok Wadah untuk menyalurkan perasaan – perasaan dan kehidupan lainnya Pembimbing kehidupan manusia Pembeda antara manusia dan binatang Contoh Kasus : Banyak sekali kebudayaan Indonesia yang telah dicuri oleh Negara lain. Sudah menjadi rahasia public kini banyak kebudayaan Asli Indonesia yang telah diakui oleh Negara lain diantara nya : 1. Angklung 2. Kesenian tari Reog Ponorogo 3. Batik 4. Tari Pendet dan Kecak 5. Dll. Kini saat kebudayaan itu dicuri dan diakui oleh Negara lain masyrakat Indonesia seakan geram dan kelimpungan dengan tingkah laku si pencuri tersebut tetapi kalau boleh dilihat dimasa sebelum hal ini terjadi masyrakat Indonesia Seakan bungkam 1000 bahasa,tidak terlalu menjaga dan meminati kebudayaan tersebut karena telah dianggap kuno dan tidak modern atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman globalisasi saat ini . Tanggapan : Menurut saya apabila dilihat secara pandangan umum jika masyarakat Indonesia mau mampu menjaga,melestarikan,berfikir cerdas,kreatif dan inovatif agar kebudayaan tradisional ASLI Indonesia dapat diminati oleh bangsa nya sendiri kejadian curi-mencuri dan mengakui kebudayaan asli Indonesia oleh Negara lain tidak akan terjadi. Saran : Agar pemerintah dan Masyarakat Negara manapun di dunia ini apabila ingin kebudayaan asli Negara nya tidak diakui oleh Negara lain adalah mulai dengan belajar meningkatkan Kesadaran bahwa pentingnya sebuah budaya tradisonal asli Negara untuk dilestarikan,dijaga keaslian nya dan dilakukan sebuah inovasi agar bangsa tersebut dengan sadar menjaga,melestarikan dan Bangga mengakui kebudayaan bangsa dan Negara nya sendiri. Kritik : Pemerintah dan masyrarakat lebih “SADAR” untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia yang telah mengakar dan banyak penerapan nya membantu nama Indonesia maju dan dipandang oleh Negara lain, dan khususnya juga untuk pemerintah seharusnya meng-“HAK PATEN” kebudayaan-kebudayaan Indonesia agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, agar mampu menyaring kebudayaan dari luar masuk ke Indonesia. Daftar Pustaka http://fajarmaulanablog.wordpress.com/2012/11/20/pengertian-hakikat-ilmu-budaya-dasar-hubunga-kebudayaan-dengan-teknologi/ ( Materi Pokok )

MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. Cinta Kasih Dalam Kehidupan Manusia Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, saebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal. Cinta Menurut Ajaran Agama Islam Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9). Hakikat Cinta Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Macam – macam Cinta Dalam Islam 1. Cinta kepada Allah cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: “Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31) 2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib. 3. Terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan. 4. Mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu. 5. Hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya. 6. Menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya. 7. Tunduknya hati di hadapan Allah 8. Berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (kelangit dunia). 9. Duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur. Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci. 1. Bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram. 2. Bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram. 3. Bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan. 4. Pemujaan Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya 5. Kasih Sayang Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. 6. Kemesraan Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro” 7. Belas Kasihan Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah. 8. Cinta Kasih Erotis Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Saran : Realistis dalam berfikir,utamakan allah dan agama untuk mendasari rasa kasih sayang,cinta dan perduli kita terhadap manusia lain nya sebagai apa,siapa dan dengan alasan apa, karena dalam setiap agama pun mengajari bahwa cinta itu baik tidak menyakiti,disakiti,memaksa,dipaksa dan terpaksa, apabila mulai mengarah ke negative itu bukan lah cinta yang baik dan diajarkan oleh masing-masing agama. Kritik : Gunakanlah akal dan pikiran kita untuk memahami makna tujuan dan cinta itu apa, jangan melakukan semua atas dasar cinta yang membutakan dengan tujuan bahagia tapi pada contoh kasus tersebut keinginan mereka bersatu di dunia tidak terjadi karena ketidak berfikiran cerdas mereka bahwa mana yang baik dan buruk serta apa dan tidaknya tentang cinta yang harus dilakukan. Daftar Pustaka Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara. *http://khairulumam-mams.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-cinta-kasih.html *http://ditayuditiaa.wordpress.com/2012/10/31/tugas-ibd-2-hubungan-manusia-dan-cinta-kasih/ http://fajarisman31.blogspot.com/2015/05/manusia-dan-cinta-kasih.html

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang Tidak bisa dipungkiri bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan ragam kebudayaannya, terdiri dari 13466 pulau besar dan kecil. Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, mereka membuntuhkan bantuan dari orang lain untuk bertahan hidup. manusia berinteraksi satu sama lain dan menimbulkan kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya menjadi sebuah kebudayaan.Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing. Perbedaan kebudayaan disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut Seiring dengan berkembangnya teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan dengan manusia yang lain. BAB II PEMBAHASAN 1. Definisi Kebudayaan Definisi kebudayaan menurut beberapa ahli : Ki Hajar Dewantara: “Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat” Koentjaraningrat, guru besar Antropologi di Universitas Indonesia: “Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar” Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. 2. Definisi Manusia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo species (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. 3. Hubungan Manusia dan Kebudayaan Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia Di dunia sosiologi manusia dengan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal,maksudnya walaupun keduanya berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh,ketika manusia menciptakan kebudayaan,dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Secara sederhana hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya. DAFTAR PUSTAKA https://parkjiyoung.wordpress.com/2013/01/07/hubungan-manusia-dan-kebudayaan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Pengertian_kebudayaan https://coretanandrea.wordpress.com/2013/11/03/definisi-kebudayaan-menurut-beberapa-ahli/ http://nudistaku.blogspot.com/2013/10/makalah-hubungan-manusia-dan-kebudayaan_6.html http://fajarisman31.blogspot.com/2015/03/manusia-dan-kebudayaan.html http://vanillabluse.blogspot.com/2014/05/makalah-manusia-dan-kebudayaan.html